Kopi Arabika? Kopi Robusta? Apa sih Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta?

Walaupun minum kopi zaman sekarang sudah menjadi lifestyle, ternyata masih banyak yang belum tahu perbedaan kopi Arabika dan Robusta. Sebenarnya, kopi itu bermacam-macam jenisnya. Ada kopi Arabika, Robusta, Liberica, hingga Excelsa. Tapi yang Kopikaneku bahas di sini yang paling popular aja ya, Arabika dan Robusta.

Arabika dan Robusta adalah jenis kopi terpopuler dan paling banyak digunakan sebagian besar coffee shop atau kedai kopi di Indonesia. Hal yang membedakan kedua kopi tersebut adalah rasa kopinya, lokasi di mana kopi tersebut tumbuh, harga, juga bentuknya. Yuk kita bahas satu-satu perbedaannya!

Bentuk kopi Arabika dan Robusta

Dari segi bentuknya, kopi Arabika cenderung lebih lonjong, sedangkan kopi Robusta cenderung lebih bulat. Struktur biji antara kedua kopi tersebut pun tidak sama. Biji kopi Robusta cenderung lebih kasar, dan biji kopi Arabika cenderung lebih halus, sehingga proses roasting juga tidak bisa disamakan antara biji kopi Arabika dan biji kopi Robusta.

perbedaan kopi arabika dan robusta

Biji kopi Arabika dan Robusta
sumber: www.pollards.com

Lokasi tempat tumbuh

Kopi Robusta lebih mudah ditemui daripada kopi Arabika. Hal ini dikarenakan kopi Robusta bisa ditanam di daerah di ketinggian rendah (700 mdpl). Selain itu, kopi Robusta lebih mudah ditanam karena lebih cepat berkembang dan memproduksi buah.

Berbeda dengan kopi Robusta, kopi Arabika ditanam di daerah dataran tinggi (700-1.700 mdpl), dengan suhu yang sejuk antara 16-20 derajat Celsius. Kalau kopi Arabika ditanam di dataran rendah (kurang dari 700 mdpl), maka bisa jadi tanaman kopinya akan lebih rentan terkena penyakit daun karat, yang menjadikan kopi Arabika tidak dapat berkembang secara optimal.

Selain itu, kopi jenis Arabika membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk matang dan siap dipanen. Lahan yang diperlukan untuk menanam kopi Arabika pun lebih besar dibanding dengan kopi Robusta.

Tinggi pohon

Dilihat dari tinggi pohonnya, kopi Robusta hanya memiliki tinggi 1-2 meter. Berbeda dengan Robusta, tanaman kopi Arabika bisa tumbuh mencapai 3 meter.

Ketahanan terhadap penyakit

Seperti halnya tanaman pada umumnya, kedua jenis kopi baik Arabika ataupun Robusta pun tidak luput dari serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit tersebut nantinya akan berpengaruh pada biji kopi yang dihasilkan.

Dalam hal ketahanan terhadap hama dan penyakit, Robusta lebih unggul daripada Arabika. Kopi Robusta lebih mudah ditanam karena memiliki daya tahan yang lebih kuat daripada kopi Arabika. Oleh karena itu, perawatan lebih harus diberikan pada tanaman kopi Arabika agar biji kopi yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

Rasa

Walapun kopi Arabika lebih sulit untuk ditanam, tapi kopi Arabika ini memiliki rasa yang lebih unggul dibanding kopi Robusta. Kopi Arabika memiliki karakter rasa yang cenderung asam, lebih kaya, dan lebih variatif. Bahkan kamu bisa menikmati rasa seperti buah-buahan, coklat, kacang-kacangan, dan lain sebagainya, tergantung dari jenis kopinya. Kandungan gula pada kopi Arabika juga lebih banyak dibanding kopi Robusta, sehingga banyak pecinta kopi yang lebih memilih kopi Arabika sebagai favorit mereka.

Berbeda dengan kopi Arabika, kopi Robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung “kasar”, pahit, dan kurang bervariasi. Untuk kopi Robusta, kopi ini cenderung hanya memiliki rasa kacang-kacangan. Kopi ini cocok buat kalian yang pencinta kopi strong. Hal ini dikarenakan kopi Robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi daripada kopi Arabika (hampir dua kali lipatnya lho!), sehingga kopi Robusta lebih terasa pekat saat diseduh. Kafein pada kopi itu sendiri fungsinya untuk menahan rasa kantuk, lelah, dan meningkatkan fokus.

Karena rasa kopi Arabika yang tidak terlalu pahit dan lebih variatif, maka disarankan untuk menikmati kopi hitam tanpa gula (single origin). Namun untuk kopi Robusta, karena rasanya yang cenderung lebih pahit, maka lebih enak dan nikmat jika dicampur krimer atau susu seperti cappuccino, atau café latte.

Harga

Kopi Arabika memiliki nilai jual yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kopi Robusta. Mengapa demikian? Ini dikarenakan kopi Arabika lebih susah ditanam, dan membutuhkan waktu lama untuk matang. Selain itu, perawatan kopi Arabika pun lebih kompleks dibanding Robusta.

Kopi Arabika banyak diburu oleh pecinta kopi karena setiap lokasi tempat menanam kopi Arabika memiliki rasa yang khas. Semakin unik karakter rasa kopi Arabika, maka semakin mahal juga harga jualnya. Kenapa bisa berbeda-beda rasanya? Umumnya, faktor yang menentukan keunikan rasa dari kopi Arabika adalah keadaan cuaca, tanah, dan iklim.

perbedaan kopi arabika dan robusta

Minuman kopi hitam
Sumber: www.unsplash.com

Nah, Teman Kane sudah tau kan perbedaan kopi Robusta dan Arabika? Baik kopi Arabika dan kopi Robusta memiliki ciri khasnya masing-masing. Kalian juga bisa baca jenis-jenis minuman kopi yang unik di sini. Semoga info dari Bang Kane di atas bisa bermanfaat jadi kalian gak salah menentukan kopi mana yang pas buat kalian. Jangan sampai salah pilih ya!

Add a comment

*Please complete all fields correctly

Related Blogs

kopi puasa
resep minuman kopi
kopi susu kekinian
WhatsApp chat